Esputer dan es krim bedanya cuman santan untuk es puter diganti dengan susu. Bahan: Masukkan ke dalam alat pembuat es krim, proses selama 15 menit. 6. Simpan dalam freezer. lap hingga kering, sisihkan Buat campuran bumbu : campur bumbu yang ditumbuk dengan mushroom soy sauce, kecap inggris, garam, dan merica bubuk, aduk rata
MesinPembuat Es Krim Puter atau Continuous Ice Cream Freezer Kapasitas 50 Liter merupakan mesin es krim yang digunakan untuk membuat hard ice cream atau es putar secara terus menerus dengan suhu adonan yang masuk harus bersuhu +4 derajat celcius, sehingga suhu es krim yang nantinya keluar adalah -4 derajat celcius. Mesin Pembuat Es Krim
RujakEs Krim? FF. Farah Fitriani Faruq. 21 Juni 2015 11.21 WIB • 1 menit
TUGASKIMIA. LAPORAN. PENERAPAN SIFAT KOLIGATIF PADA PEMBUATAN ES KRIM. DISUSUN OLEH : MINARNI. KELAS XI IPA-B. SMA NEGERI 1 TONGKUNO. 2017 KATA PENGANTAR Ucapan syukur alhamdulillah kehadirat Allah memberikan anugerah kepada kita, salah satunya yaitu kecerdasan, baik intelektual, emosional, spiritual, dsb., sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran kimia untuk
OynIu. BAB I PENDAHULUAN Susu mengandung bermacam - macam unsur dan sebagian besar terdiri dari zat makanan yang juga diperlukan bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karenanya pertumbuhan bakteri dalam susu sangat cepat, pada suhu yang sesuai. Jenis - jenis Micrococcus dan Corybacterium sering terdapat dalam susu yang baru diambil. Pencemaran berikutnya timbul dari sapi, alat-alat pemerahan yang kurang bersih dan tempat-tempat penyimpanan yang kurang bersih, debu, udara, lalat dan penanganan oleh manusia Buckle, et. al., 1987. Es krim merupakan produk olahan susu yang dibuat dengan cara membekukan dan mencampur bahan baku secara bersama-sama . Bahan yang digunakan adalah kombinasi susu dengan bahan tambahan seperti gula dan madu atau tanpa bahan perasa dan warna , dan stabilizer, bahan campuran es krim disebut ice cream mix ICM, dengan pencampuran bahan yang tepat dan pengolahan yang benar maka dapat dihasilkan es krim dengan kualitas baik Susilorini dan Sawitri, 2007. Karena es krim merupakan contoh pengaplikasian sistem emulsi, maka dilakukanlah praktikum ini untuk lebih memahami cara pembuatannya serta mengetahui fungsi dari setiap bahan yang dipakai dalam pembuatan es krim. Mahasiswa dapat mempraktikkan cara membuat eskrim BAB II TINJAUAN PUSTAKA Ice cream dapat didefinisikan sebagai makanan beku yang dibuat dari produk susu dairy dan dikombinasikan dengan pemberi rasa flavor dan pemanis sweetener. Ice cream adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung Ice cream atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Campuran bahan Ice cream diaduk ketika di dinginkan untuk mencegah pembentukan Kristal es yang besar. Penurunan temperature campuran dilakukan dengan cara mencelupkan campuran ke dalam campuran es dan garam Arbuckle, 2000. Awalnya Ice cream terbuat dari es salju yang dicampur lemak susu, buah – buahan dan diberi berbagai macam adonan sehingga lembut dan nikmat. Sejarah kemunculan Ice cream dipercaya berawal dari zaman kepemimpinan Kaisar Nero dari Romawi di tahun 64 Masehi yang sudah menikmati "Ice cream" di zamannya, ia menyantap salju halus bersama campuran buah – buahan dan madu. Ada juga yang mengatakan Ice cream ditemukan oleh bangsa Cina sekitar 700 M. Hidangan dingin ini dijadikan persembahan bagi Kaisar Tang dari Dinasti Shang. Kaisar Tang yang seorang penggemar kuliner meminta para koki istana untuk membuat Ice cream dari campuran salju. Kisah lain menceritakan, Ice cream dating ketika adanya hubungan dagang antara Cina dan Italia. Marcopolo, sang penjelajah lautan membawa resep Ice cream kenegaranya. Ice cream Italia dikombinasikan dengan sirup dan campuran es. Ice cream ala Italiano inilah yang kemudian dinikmati oleh kaum bangsawan Eropa dan menyebar keseluruh dunia. Fungsi penambahan lemak pada pembuatan Ice cream adalah memberikan rasa creamy serta berperan dalam pembentukan globula lemak dan turut mempengaruhi besar kecilnya pembentukan kristal. Lemak sangat penting dalam memberikan body Ice cream yang baik dan meningkatkan karakteristik kehalusan tekstur. Penggunaan lemak susu juga harus dibatasi karena dapat menghalangi kemampuan whipping dari campuran Ice cream. Lemak susu yang berlebihan dapat menghasilkan rasa gurih yang berlebihan pada Ice cream sehingga dapat menurunkan konsumsi. Harga lemak susu relative tinggi sehingga dapat meningkatkan biaya produksi apabila penggunaannya berlebihan. Kelemahan lain pada penggunaan lemak susu berlebih adalah nilai kalori campuran Ice cream yang meningkat Harris, 2011. Pemanis yang dapat digunakan dalam pembuatan Ice cream adalah sukrosa, gula bit, sirup jagung ataupun bahan pemanis lainnya yang diperbolehkan. Sukrosa atau gula komersial merupakan bahan pemanis yang sering digunakan. Penggunaan sukrosa telah banyak digantikan dengan gula jagung corn syrup karena dapat lebih memperkokoh bentuk Ice cream dan meningkatkan shelf - life. Pemanis biasanya ditambahkan pada campuran Ice cream sebanyak 12-16%-berat. Tujuan pemberian pemanis ialah memberikan kekentalan dan cara termurah untuk mencapai total solid yang diinginkan sehingga dapat memperbaiki body dan tekstur frozendessert serta menurunkan titik beku. Proses pembekuan Ice cream pada industry dilakukan secara kontinu. Kapasitasnya berkisar antara 100 hingga 3000 L per jam per freezer. Freezer yang digunakan biasanya di dinginkan dengan refrigerant amoniak. Pada pembekuan kontinu ini, Ice cream dibekukan hingga temperatur -5oC sampai -7oC. Beberapa kelebihan pembekuan secara kontinu dibandingkan dengan parataian adalah volume pendinginan per pendingin lebih besar, tekstur produk akhir yang dihasilkan biasanya lebih lembut, penambahan udara ke dalam campuran dapat diatur sehingga overrun dapat diatur sehingga dapat mencapai overrun yang diinginkan, peralatan lain untuk proses dapat diletakkan setelah keluaran dari freezer, dan Ice cream dapat lebih mudah dibentuk. BAB III METODELOGI Waktu dan tempat praktikum Praktikum dilaksanakan pada hari Senin, 30 September 2019 pukul WITA – selesai bertempat di Laboratorium Pangan Politeknik Negeri Tanah Laut Alat yang digunakan antara lain mixer, blender, pisau, timbangan, alat pengaduk dan baskom. Bahan yang digunakan antara lain buah naga 100 gram, susu 200 ml, maizena 10 gram, gula 150 gram, sp 3 gram, kuning telur 1. Disiapkan alat dan bahan 2. Dicuci buah, kemudian dihaluskan menggunakan blender 3. Dicampur buah yang telah dihaluskan dengan susu cair, garam, gula . kemudian dipanaskan dan diaduk – aduk 4. Dimasukan tepung maizena yang telah dikentalkan dengan air 5. Setelah mendidih, adonan dimixer kembali hingga tercampur rata 6. Dimasukkan kedalam kulkas, ditunggu hingga eskrim membeku 7. Diambil eskrim yang sudah membeku kemudian ditambahkan sp sebanyak 3 gram, lalu dimixer sampai mengembang 8. Dimasukkan kedalam kulkas hingga eskrim membeku 9. Dilakukan uji organoleptik BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel hasil uji organoleptik Kelompok Sampel Rasa Tekstur aroma Warna 1 Buah mangga Dominan susu lembut Mangga Kuning 2 Buah pisang Dominan pisang lembut Pisang Putih pucat 3 Buah nanas Manis pahit lembut Nanas Kuning pucat 4 Buah naga Manis lembut Buah naga Ungu 5 Buah melon Manis susu lembut susu Oren pucat Emulsi adalah suatu sistem yang terdiri atas dua fase cairan yang tidak saling melarutkan, dimana satu cairan terdispersi dalam bentuk globula fase terdisersi didalam cairan lainnya fase kontinyu. Agar fase terdispersi dan fase kontinyu dapat bercampur sempurna dibutuhkan komponen ketiga emulsifier. Emulsifier adalah surfaktan yang memiliki dua gugus, satu gugus hidrofilik yang bersifat polar dan satu gugus lipofilik yang bersifat non polar. Pada percobaan teknologi emulsi ini diterapkan dalam pembuatan es krim. Es krim adalah buih setengah beku yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel-sel udara yang ada berperanan untuk memberikan tesktur lembut pada es krim tersebut. Tanpa adanya udara, emulsi beku tersebut akan menjadi terlalu dingin dan terlalu berlemak. Es krim mempunyai struktur koloid yang kompleks karena merupakan buih dan juga emulsi. Buih padat terjadi karena adanya lemak teremulsi dan juga karena adanya kerangka dari kristal-kristal es yang kecil dan terdispersi didalam larutan makromolekular berair yang telah diberi gula. Perubahan-perubahan polimorfis lemak pada es krim selama penyimpanan menyebabkan perubahan bentuk pada globula awalnya, yang berkombinasi dengan film protein yang agak lepas, menyebabkan terjadinya penggumpalan didalam freezer. Fungsi bahan yang ditambahkan dalam pembuatan es krim diantaranya adalah susu cair, gula, tepung maizena, kuning telur, dan sp. Susu cair merupakan sumber lemak dan padatan bukan lemak pada pembuatan es krim Keeney,1973. Gula digunakan sebagai bahan pemanis dan jumlah yang digunakan tergantung pada penerimaan konsumen Buckle 1985. Gula meningkatkan palatabilitas, flavor, rasa manis, dan kelembutan es krim Keeney, 1973. Tepung meizena merupakan stabilizer Kuning telur berfungsi sebagai emulsifier. Kuning telur berfungsi untuk meningkatkan kualitas whipping dari campuran, memproduksi es krim yang lebih kering dengan tekstur dan body yang lebih lembut, serta lebih mudah dikontrol dalam proses pembuatannya Nuraini, 2012. Dan fungsi Sp adalah sebagai bahan pengembang. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa es krim merupakan suatu produk yang menerapkan sistem emulsi. Penambahan bahan – bahan tertentu memiliki fungsi yang berbeda. Seperti susu sebagai sumber lemak, gula sebagai pemberi rasa, tepung meizena sebagai stabilizer dan Sp sebagai pengembang. Saat melakukan praktikum disarankan agar bahan yang digunakan sesuai takaran, serta harus sabar karena diperlukan waktu yang tidak singkat untuk mengolahnya. DAFTAR PUSTAKA Arbuckle, dan R. R. Marshall. 1996. Ice Cream. Chapman and Hill Publisher, New York. Buckle, R. K. Edward, G. H. Fleet, dan M. Wooton. 1985. Ilmu Pangan Penerjemah dan Adiono. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. Harris, Asriyadi. 2011. Pengaruh Subtitusi Ubi Jalar Ipomea batatas dengan Susu Skim terhadap Pembuatan Es Krim. Skripsi. Makassar Fakultas Pertanian, Universitas Hassanudin. Keeney, P. G. 1973. Commercial Ice Cream and Other Frozen Dessert. Pennsylvania State University, College of Agriculture Extension, University Park, PA. Nuraini, Latifah. 2012. Stabilizer dan Emulsifier. Diakses 19 Oktober 2019.
TUGAS KIMIA LAPORAN ”PENERAPAN SIFAT KOLIGATIF PADA PEMBUATAN ES KRIM” DISUSUN OLEH MINARNI KELAS XI IPA-B SMA NEGERI 1 TONGKUNO 2017 KATA PENGANTAR Ucapan syukur alhamdulillah kehadirat Allah telah memberikan anugerah kepada kita, salah satunya yaitu kecerdasan, baik intelektual, emosional, spiritual, dsb., sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran kimia untuk membuat laporan dengan judul “ Penerapan Sifat Koligatif Pada Pembuatan Es Krim”. Ucapan terimakasih kami sampaikan pada guru pembimbing yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan tugas ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Terimakasih juga pada teman- teman yang sudah kompak dalam mengerjakan tugas ini. Semoga kerjasama semua pihak dalam pengerjaan tugas ini mendapatkan ridho Allah SWT. Semoga laporan ini dapat bermanfaat salah satunya menjadi referensi bahan belajar khususnya bagi saya dan umumnya bagi pembaca. Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan dari pembaca. Wakuru, Mei 2017 Penulis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Es krim adalah sebuah makanan beku dibuat dari produk susu seperti es krim atau sejenisnya, digabungkan dengan perasa dan pemanis. Campuran ini didinginkan dengan mengaduk sambil mengurangi suhunya untuk mencegah pembentukan Kristal es besar. Mulai dari anak-anak bahkan orang dewasa pasti membuat es kri adalah hal yang sangat membuat es krim, es didapatkan dari danau atau kolam yang membeku saat musim dingin, kemudian dipotong dan disimpan dalam tumpukan jerami, lubang di dalam tanah, atau tempat penyimpanan es yang terbuat dari jerami. Sebagian besar masyarakat di dunia menyukai es krim. Namun tak sedikit pula yang beranggapan bahwa es krim adalah makanan penyebab flu dan batuk. Hal tersebut sama sekali tidak benar karena ketika masuk ke mulut, es krim dengan segera akan mencair. Mencairnya es krim dengan cepat dipacu oleh suhu tubuh individu yang mengonsumsinya. Dengan demikian, saat es krim masuk ke kerongkongan, suhunya sudah tidak sedingin air es. Meskipun demikian, es krim sebaiknya dihindari oleh penderita radang tenggorokan, amandel, atau asma. Ketiga penyakit tersebut dapat kambuh apabila terinduksi suhu dingin. Tidak hanya sebagai makanan yang enak namun, es krim juga memiliki beberapa manfaat bagi orang yang mengkonsumsinya. Namun, manfaat itu dapat dirasakan dengan catatan “Mengkonsumsi es krim berdasarkan porsi yang sesuai” manfaatnya antara lain  Merangsang sistem kekebalan tubuh  Memiliki gizi yang sangat tinggi  Menjaga kesehatan jantung  Menurunkan resiko terkena kanker payudara.
laporan pembuatan es krim putar